Entry: Kenapa harus benci malaysia? (fwd) Friday, August 31, 2007



Malaysia lagi kehilangan muka gara-gara badmintonnya  nggak lagi berbulu dan bolasepaknya hancur lebur di  Piala Asia kemarin. Seperti kita tahu, lewat dua  sektor itu Malaysia merasa pernah menandingi  Indonesia yang nyaris mengganyangnya. Mereka juga  merasa naik gengsi dengan memiliki Mahathir yang  berjuluk "Soekarno kecil".

Jadi, buat apa membenci orang yang punya kekurangan?

Soal musik sampah, itu lantaran mereka lagi gedeg.  Susah-payah bikin lagu-lagu yang mereka klaim sebagai  genre "Malaysian Rock", eeh...ternyata bikin begituan cuma hal sepele saja buat si  Sheila Ungu on Kangen Seven. Pasalnya, rock malesya  itu melulu "Isabela adalah..."  yang merinto-rinto penuh harahap. Sedangkan Indonesia  yang punya sejibun rocker aliran apapun, nggak perlu mendongkrak  dirinya untuk kelihatan eksklusif. Malah, dengan rendah hati kita  mengakui rocker juga manusia.

Jadi, buat apa membenci orang yang kurang perhatian?

Malaysia samasekali bukan tandingan Indonesia. Jangan  kotori jari kita untuk nyentil orang yang banyak kekurangannya.Tapi tetap, kita harus waspada terhadap penyusupan pemikiran  fundamentalis (sejak pertengahan 1980an kalau nggak salah) serta  ekspor  teroris macam Azahari & M.Top yang sengaja menghancurkan nama  Indonesia dan - langsung atau tidak - merampas kue pariwisata kita.

Jadi, ndak ada gunanya membenci orang yang cemburuan.  Semakin kita membenci Malaysia (dan Singapur) &  semakin keruh situasi kawasan, semakin senanglah si
ceriwis Inggris. Apalagi kalau sampai timbul  konflik, semakin leluasalah pasukan sekutu  mengangkangi Selat Malaka  dengan helm PBB - seperti di Timtim itu.

Inggris, bangsa yang gampang marah dan pendendam itu,  bagaimanapun pandai mempermainkan wajah & lidah demi  peran aristokratnya. Dia lebih suka menyuruh orang  lain menjalankan misinya. Tapi kalau sudah  kelewat ngebet, maka perangai aslinya yang lebih  rendah dari bonek dan lebih sadis dari residivis pun  muncul. Lihat, apa kurang jauhnya Malvinas dari  London? Toh direbut juga sekalipun dengan  menenggelamkan anak-anak mudanya di lautan beku.

Kita, Indonesia, boleh marah terhadap proyek Inggris  bernama "Malaysia" itu, tapi tidak kepada pribumi di  sana. Saudara-saudara di Semenanjung itu justru perlu
dibantu untuk bebas menjadi dirinya  sendiri. Kita boleh tersinggung akan perlakuan
adik-adik kecil itu.  Tapi membenci? Kok jadi mirip Tessy Srimulat; mantan  KKO yang lebih seneng nyubit ketimbang tetap gagah.

Sebagai yang lebih tua kita wajib membimbing Malaysia  ke jl. yang benar. Lihat, mereka kan masih nggak ngerti carabertetangga, salah memahami rock, serta keliru pula memaknai lagu  santai  sebagai anthem kerajaan...: )

Nggaklah. Indonesia masih lebih gagah dan punya harga  diri dibanding "Malaysia". Masalahnya tinggal bagaimana kita  menggali, menemukan, dan membangunkan lagi jatidiri Indonesia.

Kerja ini bisa tambah ruwet kalau melihat pidato SBY  yang terkesan jadi jubirnya Malaysia: "Kalau (polisi  itu) terbukti bersalah, akan ditindak".

Akhirul kalam, mari kita benahi saja dulu dari titik  ini; para pemingpin itulah yang - sadar atau tidak,  sengaja atau tidak - membuat bangsa ini serba menciut  dan ketinggalan di mana-mana.  Tangani setiap perselisihan dengan Malaysia atau
siapapun secara logis dan dewasa. Juga dengan  pemerintah sendiri.

ditulis oleh "Satrio Arismunandar" 
gw dapat dari mailis, gw search di google blognya http://satrioarismunandar6.blogspot.com/ dan kalian bisa liat profilenya di wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Satrio_Arismunandar

=================================================================

hehehe forward tulisan orang,,, ada yg nanya knapa aku lama ga update???
jangan di tanya deh............... loh kok maksa??????????????????
kalo kamu maksa,,, yah aku ga bisa ngapa2in,,, selain,,, hehehe


KABUUUUUUUUUUUUURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR...................

 

 

   2 comments

Nona Nieke,,
September 14, 2007   01:05 AM PDT
 
pas baca diawal2 td sempet ketepu,
"lho..? tumben Osenk nulisnya serius gini jd pemerhati bangsa.. kesambet apaaa dia..?"
hehehe xD

eh, pas lihat bawah2nya ternyata fwd.. *maaph, ndak ngeh pas baca judul :D*

btw, selama saya pribadi masih belum begitu merasa dirugikan sama Malaysia, saya ttp suka kok sama negara itu..
meskipun kadang ada nyebelin2nya, tp Malaysia jg salah satu negara yg banyak memberikan kontribusi ke negara kita lho..

sippp..
piss aja dahhh ;)
ShOFa
September 3, 2007   03:29 PM PDT
 
aku ga ikut"an ah:p hoho klo rajin p0sting bkn osenk namana :p

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments